Sabtu, 17 Desember 2011

Karya Jman SMA hee...


JAM PEMBAWA SIALKU

Dinginnya udara pagi mulai terasa ketika aku membuka jendela kamarku. “ Kreek,” terdengar begitu jelas suara jendela kamarku yang rasanya sudah perlu diperbarui. Tatapan mataku mulai mengitari pemandangan yang hijau nan indah disekitar rumahku. Karena maklum, memang rumahku dekat dengan hutan yang masih hijau dan indah pemandangannya.
            Tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku.
“ Jek…jeki…, lekas bangun nak, sudah hampir jam setengah tujuh nie…!” teriak ibu dengan berusaha membangunkanku.
Akupun langsung keluar kamar menghampiri ibuku sambil membawa jam kamarku yang masih menunjukan pukul 05.50 WIB.
Ada apa bu, akukan sudah bangun. Lagipula inikan masih pukul 05.50,” kata Jeki sambil memberikan jam beker yang ada dikamarnya kepada ibunya.
“ Aduh nak…nak…, jam kamu inikan baru rusak kemarin sore,” bantah ibu yang berusaha mengingatkan anaknya.
Tanpa disuruh, akupun langsung mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah aku siap untuk berangkat sekolah dan mulai menaiki motorku, tiba-tiba terdengar suara ibu yang juga mengingatkanku lagi bahwa motorku baru dalam perbaikan ayah yang sampai detik itu belum bisa diperbaiki kembali.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jekipun mulai berangkat sekolah tanpa motor kesayangannya itu. Langkah demi langkah, Jekipun mulai menuju tempat biasanya untuk menaiki kendaraan umum. Waktupun juga berputar begitu cepat sehingga tak terasa waktu menunjukan pukul 06.50.
Perasaan Jekipun tak karuan. Detak jantungnya seolah-olah seperti kereta api yang melintasi rel menuju stasiun. Karena Jeki takut terlambat masuk sekolah. Sudah hampir sepuluh menit Jeki belum juga mendapatkan kendaraan umum untuk menuju ke sekolah. Akhirnya setelah jam menunjukan pukul 07.05 Jeki baru berangkat sekolah dengan kendaraan umum yang sudah lama ia nantikan.
Setelah sampai disekolahan, ternyata Jeki sudah terlambat. Jekipun harus meminta izin kepada BP agar dapat mengikuti pelajaran. Sebelum diberikan izin oleh guru BP Jeki harus memberikan penjelasan tentang mengapa dia terlambat berangkat sekolah. Jekipun berkata jujur apa adanya. Sedangkan guru BP yang sering dipanggil dengan bapak Hardi itu, akhirnya memberikan izin kepada Jeki agar segera dapat mengikuti pelajaran jam pertama.
Dengan hati yang sangat senang akupun menuju ruang kelasku, tepatnya ruang XII IA 1.
            “ Thok…thok…thok…, assalamu’alaikum…,” kata salamku mulai memecahkan keheningan suasana dikelasku.
            Wa’alaikumsalam,” jawab teman-teman dengan serentak.
            Akupun langsung meminta izin kepada pak Mochtar sambil memberikan surat izin dari BP.
            Why do you late,” tiba-tiba pak Mochtar melontarkan kata-kata itu dari mulutnya. Akupun tahu kalau pak Mochtar adalah guru bahasa inggris yang handal. Dan akupun hanya bisa termenung dan terdiam sambil mencari apa arti dari perkataan pak Mochtar itu. Dalam hati aku hanya berpikir bahwa hari ini adalah hari yang paling jelek dalam hidupku.
“ Sudah jamnya rusak, motornya mogok, nggak da angkot, telat masuk sekolah, e…terakhir masih ja dikasih pertanyaan bahasa inggris yang nggak aku ngertin artinya,” bisik Jeki dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pak Mochtar yang membuyarkan pikiranku. Tanpa aku sadari akupun langsung melontarkan kata “ yes..yes.. sir,” jawabku dengan nada gugup tapi lantang.
Semua teman-teman sekelaspun akhirnya tertawa karena mendengar jawabanku yang tidak nyambung dengan pertanyaan pak Mochtar. Sedangkan pak Mochtar langsung menyuruh aku untuk segera duduk dan mengikuti pelajarandengan baik.
             






Nama               : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA1
No. Absen       : 17
 
 














C E R P E N

JAM PEMBAWA SIALKU





KARYA :
Nama              : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA 1
No absent                : 17




SMA NEGERI 1 TOROH
TAHUN AJARAN 2008 / 2009
JAM PEMBAWA SIALKU

Dinginnya udara pagi mulai terasa ketika aku membuka jendela kamarku. “ Kreek,” terdengar begitu jelas suara jendela kamarku yang rasanya sudah perlu diperbarui. Tatapan mataku mulai mengitari pemandangan yang hijau nan indah disekitar rumahku. Karena maklum, memang rumahku dekat dengan hutan yang masih hijau dan indah pemandangannya.
            Tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku.
“ Jek…jeki…, lekas bangun nak, sudah hampir jam setengah tujuh nie…!” teriak ibu dengan berusaha membangunkanku.
Akupun langsung keluar kamar menghampiri ibuku sambil membawa jam kamarku yang masih menunjukan pukul 05.50 WIB.
Ada apa bu, akukan sudah bangun. Lagipula inikan masih pukul 05.50,” kata Jeki sambil memberikan jam beker yang ada dikamarnya kepada ibunya.
“ Aduh nak…nak…, jam kamu inikan baru rusak kemarin sore,” bantah ibu yang berusaha mengingatkan anaknya.
Tanpa disuruh, akupun langsung mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah aku siap untuk berangkat sekolah dan mulai menaiki motorku, tiba-tiba terdengar suara ibu yang juga mengingatkanku lagi bahwa motorku baru dalam perbaikan ayah yang sampai detik itu belum bisa diperbaiki kembali.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jekipun mulai berangkat sekolah tanpa motor kesayangannya itu. Langkah demi langkah, Jekipun mulai menuju tempat biasanya untuk menaiki kendaraan umum. Waktupun juga berputar begitu cepat sehingga tak terasa waktu menunjukan pukul 06.50.
Perasaan Jekipun tak karuan. Detak jantungnya seolah-olah seperti kereta api yang melintasi rel menuju stasiun. Karena Jeki takut terlambat masuk sekolah. Sudah hampir sepuluh menit Jeki belum juga mendapatkan kendaraan umum untuk menuju ke sekolah. Akhirnya setelah jam menunjukan pukul 07.05 Jeki baru berangkat sekolah dengan kendaraan umum yang sudah lama ia nantikan.
Setelah sampai disekolahan, ternyata Jeki sudah terlambat. Jekipun harus meminta izin kepada BP agar dapat mengikuti pelajaran. Sebelum diberikan izin oleh guru BP Jeki harus memberikan penjelasan tentang mengapa dia terlambat berangkat sekolah. Jekipun berkata jujur apa adanya. Sedangkan guru BP yang sering dipanggil dengan bapak Hardi itu, akhirnya memberikan izin kepada Jeki agar segera dapat mengikuti pelajaran jam pertama.
Dengan hati yang sangat senang akupun menuju ruang kelasku, tepatnya ruang XII IA 1.
            “ Thok…thok…thok…, assalamu’alaikum…,” kata salamku mulai memecahkan keheningan suasana dikelasku.
            Wa’alaikumsalam,” jawab teman-teman dengan serentak.
            Akupun langsung meminta izin kepada pak Mochtar sambil memberikan surat izin dari BP.
            Why do you late,” tiba-tiba pak Mochtar melontarkan kata-kata itu dari mulutnya. Akupun tahu kalau pak Mochtar adalah guru bahasa inggris yang handal. Dan akupun hanya bisa termenung dan terdiam sambil mencari apa arti dari perkataan pak Mochtar itu. Dalam hati aku hanya berpikir bahwa hari ini adalah hari yang paling jelek dalam hidupku.
“ Sudah jamnya rusak, motornya mogok, nggak da angkot, telat masuk sekolah, e…terakhir masih ja dikasih pertanyaan bahasa inggris yang nggak aku ngertin artinya,” bisik Jeki dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pak Mochtar yang membuyarkan pikiranku. Tanpa aku sadari akupun langsung melontarkan kata “ yes..yes.. sir,” jawabku dengan nada gugup tapi lantang.
Semua teman-teman sekelaspun akhirnya tertawa karena mendengar jawabanku yang tidak nyambung dengan pertanyaan pak Mochtar. Sedangkan pak Mochtar langsung menyuruh aku untuk segera duduk dan mengikuti pelajarandengan baik.
             




Nama               : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA1
No. Absen       : 17
 
 














C E R P E N

JAM PEMBAWA SIALKU





KARYA :
Nama              : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA 1
No absent                : 17




SMA NEGERI 1 TOROH
TAHUN AJARAN 2008 / 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar