Rabu, 28 Desember 2011

For EDSO " I LOVE YOU"

EDSO,,, dari situlah aku tahu tentang Kehidupan, Tau betapa penting dan berharganya seorang teman, Keharmonisan sebuah Keluarga yang indah, Pengetahuan,  dan yang tak kalah pentingnya dari situlah aku mengenal tentang sebuah organisasi yang mana telah membangkitkan segudang arti tentang indahnya persaudaraan,,, EDSO Sungguh takkan pernah aku lupakan semua rajutan kenangan yang terindah dalam menjalani hidup ini. Dulu sebelum aku mengenal EDSO aku bukanlah apa-apa. Makasih EDSO telah mewarnai hidupku dengan berjuta warna, Buat Hanggara and Sisbrow (DEVI) thanks bianget yaw,,,aku sayang kalian , karna kalian adalah penyemangatku,walaupun kadang kita bertiga sering eyeL-eyeLan tapi rasanya aku akan kangen dengan suasana seperti itu,,, hee,, Buat Mbak Nurcahyani, Embun,Adit, Linna, Ocha, Mey-mey, Nuri, Pak Alief, Bundo Ummy hanik, Susi mbem, Makasih banget yaw atas kerjasama kalian, semua jalinan ukhuwah kita kan selalu terpatri. Untuk pak ipan, mima bila, mb Ana, makasih atas bimbingannya selama ini,,,kalian sungguh luar biasa,, ternyata tidak segampang seperti pertama kali kami mengkritik kinerja PH.. Untuk Cipit'z and Rani selamat bekerjasama yauw,, semuga kita bisa bekerjasama yang baik tak ada miss komunikasi, tetep satu tujuan,,dan bisa menjadi contoh yang baik,, Untuk anak-anak bidangku aku sayang kalian, jangan pernah patah arang untuk melanjutkan organisasi ini, Kalian lebih dari segalanya, kalian sungguh luar biasa, semuga kalian bisa mewarnai EDSO lebih berwarna dengan warna kalian sendiri, untuk pimpinan bidang jangan merasa amanah adalah beban, tapi rasakan lah amanah itu adalah tuntunan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab, tapi tetep kalian juga akan menjadi urang tua bagi anak-anak bidang kalian, dibimbing yang baik yaw,,,hee

Pada intinya kita semua sama, taka ada yang membedakan intensitas kita di EDSO, tapi inget yang bisa membedakankan adalah bagaimana kita memanage intensitas kita dan kemampuan kita untuk memberi warna bagi EDSO kedepannya,,,,
Semuga EDSO kedepannya Lebih berwarna dengan kemampuan temen-temen semua,,, Aku yakin kalian adalah Luarbiasa,,,ukey,,,

Kamis, 22 Desember 2011

SpeciaL mother Day...

Mom,, you is super hero, you is my buddy, You is very special for me,,,,,,,,, I LovE you Mom,,,

Minggu, 18 Desember 2011

Cerpen ku...


SALAH DUGA

“ Teng…teng…” bel pulang pun berbunyi. Airin segera menyelesaikan soal TIK dan mengecek kembali lembar jawabannya sebelum ia serahkan kepada pengawas. “ waktu sudah habis, tolong soalnya dikumpulkan kedepan,” kata pengawas. Airinpun dengan sangat yakin meninggalkan ruang kelas itu.
“ Rara…gimana?,”tanya Airin.
“ gimana apanya ?” tanya Rara balik.
“ ya yang jelas soalnya tadi donk?”, “ lo bisa ngerjain nggak?”tanya Airin.
“ so pasti bisa lah, masak semalam suntuk belajar nggak bisa.”
Tanpa Airin sadari, tiba-tiba Alyapun menghampiri mereka, dan menyuruh mereka untuk segera berangkat kerumah Saiful bersama teman-teman. Dari tadi pagi memang teman sekelas Airin ingin berencana takzizah kerumah Saiful, karena kemarin sore ibunya telah kembali kepangkuan Sang Illahi.  
            Sebelum mereka semua pergi kerumah Saiful, Wulanpun mengusulkan agar teman-teman yang tidak membawa sepeda motor untuk segera berangkat bersama dengan menaiki bus. Airin menaiki bus dengan rombongan yang kedua bersama temannya yaitu Tari, Rara, Mesthi, Eri, Ana, dan teman lainnya yang berjumlah 8 orang.
Di dalam bus mereka semua asyik  berbincang-bincang. Ketika bus sudah mulai dekat dengan rumah Saiful, merekapun bersiap-siap untuk meninggalkan tempat duduk mereka.
“ Tari ntar kita semua turun di pertigaan ja gimana?”tanya Rara
“ boleh juga ide kamu, tapi nanti kalau sopirnya nggak mau berhenti dipertigaan   gimana?”tanya Tari dengan nada cemas.
Tanpa disengaja Airin mendengar perbincangan antara Rara dan Tari. Ketika bus sudah sampai di perempatan banyak orang-orang yang turun dari bus yang dinaiki Airin dan teman-teman. Karena banyak orang yang berdesakan Airin mengira bahwa teman-temannya sudah turun disitu. Akhirnya Airin pun dengan sangat yakin dan percaya diri ikut-ikutan turun.
“ ehehm…akhirnya sampai juga” kata Airin dengan lega.
Tiba-tiba Airin kaget, “ waduh teman-temanku kok nggak ada?”tanya Airin di dalam hati, sambil tengok kanan kiri.
“ jangan-jangan mereka turun di pertigaan,” gumam Airin.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Airin pun melangkahkan kakinya menuju ke pertigaan. Dalam hati, Airin rasanya ingin tertawa sepuasnya, karena dia mengira teman-temannya akan turun di perempatan, e…ternyata instingnya Airin baru eror.
 Tanpa Airin sadari, Airin sudah dekat dengan pertigaan. Taripun langsung memanggil Airin untuk segera bergabung dengan teman-temannya.
“ oei…tunggu aku !” kata Airin sambil menuju ke arah teman-temannya dengan langkahnya yang begitu cepat.
“ aduh Rin…Rin…,kamu tu tadi kemana ja sich?”tanya Eri dengan nada cemas.
“ kirain tadi ngilang pakai jurus jitu,” tambah Ana dengan nada ngejek.
“ kalian sich…, katanya mu turun diperempatan. E…malah turun di sini,” kata Airin dengan nada kesal.
            Agar kejadian itu tidak ada suatu kesalahpahaman, akhirnya Yayapun menjelaskan kejadian sebelum Airin turun diperempatan kepada teman-temannya. Teman-temanpun langsung paham dengan kejadian awal yang sebenarnya terjadi, sedangkan Airinpun mengakui kalau semua itu hanyalah kesalahan Airin sendiri. Setelah semuanya jelas, dengan langkah kaki yang begitu cepat merekapun melanjutkan perjalanan menuju kerumah Saiful karena mereka sudah ditunggu teman sekelas lainnya yang berangkat lebih awal daripada mereka. Sebelum Airin dan teman-teman rombongan Airin sampai dirumah Saiful, merekapun di jemput anak-anak Osis yang juga ikut takzizah kerumah Saiful, karena rumah Saiful sangat jauh.
Akhirnya Airin dan teman-teman sekelasnyapun sampai di gang menuju kerumah Saiful. Kamipun menuju kerumah Saiful bersama dengan bapak guru dan pengurus Osis dengan rasa bela sungkawa atas kepergian ibunda Saiful.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kata-kata Mutiaraku...


KATA MUTIARA
  • Terkadang orang itu tuli, akan nasehat orang tua
Terkadang orang itu bisu, akan kejujuran
Terkadang orang itu buta, akan perbuatan
  •  Tutur katamu adalah “MUTIARA HIDUPMU”
  •  Alirilah hidupmu dengan Ayat-ayat-Nya
  •  Harta yang paling indah adalah iman yang tak kan goyah
  •  Berhati-hatilah kamu, karena semua perbuatanmu diatur oleh  hati
  • Harta kan tiada berarti ketika kita pergi
  •  Tekad yang bulat adalah kunci utama hidup
  •  Injakkanlah kakimu ke rumah-Nya sebelum engkau menginjak ke istana-Nya
  • Tiada kata indah kecuali bismillah
  • Dibalik auramu pasti ada buih mutiara indah
  • Tersenyumlah di kala gundah termenunglah di kala senang
  • Persahabatan yang abadi kan slalu terukir dalam hati
  • Kehidupan dunia itu t’kan slamanya indah tapi bagaikan perputaran roda mesin yang kadang diatas kadang dibawah
  • Kesempurnaan hidup itu hanyalah milik Allah
  • Arti hidup sesungguhnya  hanyalah beribadah kejalan lurus-Nya
  • Bersyukurlah dikala nikmah
Bertafakurlah dikala susah
  • Kasih sayang yang paling berharga adalah kasih sayang seorang ibunda
  • Hati ini kan terasa suka ketika rasa bahagia datang menyelimuti jiwa
  • Sahabat sejati t’kan tega melihat temannya tersakiti
  • Seorang ibu adalah sangat berharga dalam hidupku
  • Air mata kan tiada berarti ketika kita menghadap-Nya
  • Tulislah semua kebaikanmu dan pelajarilah semua keburukanmu
  • Iklas adlah suatu hal yang paling mulia bagi hidupku
  • Tanamkanlah kata iklas dalam belahan jiwamu
Dan amalkanlah kata iklas dalam perbuatanmu
  • Pejamkanlah matamu dan bukalah mata hatimu dikala ujian-Nya melanda
  • Kata bahagia adalah impian insan di dunia



By: 12 des 2008                
Diah Fitria. R.




   Duhai Tuhanku, jika aku menyembah-Mu karena menginginkan Surga-Mu maka masukkanlah aku kedalam Neraka-Mu, tapi jika aku menyembah-Mu karena takut Neraka-Mu maka masukkanlah aku kedalamnya

Karya Jman SMA hee...


JAM PEMBAWA SIALKU

Dinginnya udara pagi mulai terasa ketika aku membuka jendela kamarku. “ Kreek,” terdengar begitu jelas suara jendela kamarku yang rasanya sudah perlu diperbarui. Tatapan mataku mulai mengitari pemandangan yang hijau nan indah disekitar rumahku. Karena maklum, memang rumahku dekat dengan hutan yang masih hijau dan indah pemandangannya.
            Tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku.
“ Jek…jeki…, lekas bangun nak, sudah hampir jam setengah tujuh nie…!” teriak ibu dengan berusaha membangunkanku.
Akupun langsung keluar kamar menghampiri ibuku sambil membawa jam kamarku yang masih menunjukan pukul 05.50 WIB.
Ada apa bu, akukan sudah bangun. Lagipula inikan masih pukul 05.50,” kata Jeki sambil memberikan jam beker yang ada dikamarnya kepada ibunya.
“ Aduh nak…nak…, jam kamu inikan baru rusak kemarin sore,” bantah ibu yang berusaha mengingatkan anaknya.
Tanpa disuruh, akupun langsung mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah aku siap untuk berangkat sekolah dan mulai menaiki motorku, tiba-tiba terdengar suara ibu yang juga mengingatkanku lagi bahwa motorku baru dalam perbaikan ayah yang sampai detik itu belum bisa diperbaiki kembali.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jekipun mulai berangkat sekolah tanpa motor kesayangannya itu. Langkah demi langkah, Jekipun mulai menuju tempat biasanya untuk menaiki kendaraan umum. Waktupun juga berputar begitu cepat sehingga tak terasa waktu menunjukan pukul 06.50.
Perasaan Jekipun tak karuan. Detak jantungnya seolah-olah seperti kereta api yang melintasi rel menuju stasiun. Karena Jeki takut terlambat masuk sekolah. Sudah hampir sepuluh menit Jeki belum juga mendapatkan kendaraan umum untuk menuju ke sekolah. Akhirnya setelah jam menunjukan pukul 07.05 Jeki baru berangkat sekolah dengan kendaraan umum yang sudah lama ia nantikan.
Setelah sampai disekolahan, ternyata Jeki sudah terlambat. Jekipun harus meminta izin kepada BP agar dapat mengikuti pelajaran. Sebelum diberikan izin oleh guru BP Jeki harus memberikan penjelasan tentang mengapa dia terlambat berangkat sekolah. Jekipun berkata jujur apa adanya. Sedangkan guru BP yang sering dipanggil dengan bapak Hardi itu, akhirnya memberikan izin kepada Jeki agar segera dapat mengikuti pelajaran jam pertama.
Dengan hati yang sangat senang akupun menuju ruang kelasku, tepatnya ruang XII IA 1.
            “ Thok…thok…thok…, assalamu’alaikum…,” kata salamku mulai memecahkan keheningan suasana dikelasku.
            Wa’alaikumsalam,” jawab teman-teman dengan serentak.
            Akupun langsung meminta izin kepada pak Mochtar sambil memberikan surat izin dari BP.
            Why do you late,” tiba-tiba pak Mochtar melontarkan kata-kata itu dari mulutnya. Akupun tahu kalau pak Mochtar adalah guru bahasa inggris yang handal. Dan akupun hanya bisa termenung dan terdiam sambil mencari apa arti dari perkataan pak Mochtar itu. Dalam hati aku hanya berpikir bahwa hari ini adalah hari yang paling jelek dalam hidupku.
“ Sudah jamnya rusak, motornya mogok, nggak da angkot, telat masuk sekolah, e…terakhir masih ja dikasih pertanyaan bahasa inggris yang nggak aku ngertin artinya,” bisik Jeki dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pak Mochtar yang membuyarkan pikiranku. Tanpa aku sadari akupun langsung melontarkan kata “ yes..yes.. sir,” jawabku dengan nada gugup tapi lantang.
Semua teman-teman sekelaspun akhirnya tertawa karena mendengar jawabanku yang tidak nyambung dengan pertanyaan pak Mochtar. Sedangkan pak Mochtar langsung menyuruh aku untuk segera duduk dan mengikuti pelajarandengan baik.
             






Nama               : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA1
No. Absen       : 17
 
 














C E R P E N

JAM PEMBAWA SIALKU





KARYA :
Nama              : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA 1
No absent                : 17




SMA NEGERI 1 TOROH
TAHUN AJARAN 2008 / 2009
JAM PEMBAWA SIALKU

Dinginnya udara pagi mulai terasa ketika aku membuka jendela kamarku. “ Kreek,” terdengar begitu jelas suara jendela kamarku yang rasanya sudah perlu diperbarui. Tatapan mataku mulai mengitari pemandangan yang hijau nan indah disekitar rumahku. Karena maklum, memang rumahku dekat dengan hutan yang masih hijau dan indah pemandangannya.
            Tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku.
“ Jek…jeki…, lekas bangun nak, sudah hampir jam setengah tujuh nie…!” teriak ibu dengan berusaha membangunkanku.
Akupun langsung keluar kamar menghampiri ibuku sambil membawa jam kamarku yang masih menunjukan pukul 05.50 WIB.
Ada apa bu, akukan sudah bangun. Lagipula inikan masih pukul 05.50,” kata Jeki sambil memberikan jam beker yang ada dikamarnya kepada ibunya.
“ Aduh nak…nak…, jam kamu inikan baru rusak kemarin sore,” bantah ibu yang berusaha mengingatkan anaknya.
Tanpa disuruh, akupun langsung mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah aku siap untuk berangkat sekolah dan mulai menaiki motorku, tiba-tiba terdengar suara ibu yang juga mengingatkanku lagi bahwa motorku baru dalam perbaikan ayah yang sampai detik itu belum bisa diperbaiki kembali.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Jekipun mulai berangkat sekolah tanpa motor kesayangannya itu. Langkah demi langkah, Jekipun mulai menuju tempat biasanya untuk menaiki kendaraan umum. Waktupun juga berputar begitu cepat sehingga tak terasa waktu menunjukan pukul 06.50.
Perasaan Jekipun tak karuan. Detak jantungnya seolah-olah seperti kereta api yang melintasi rel menuju stasiun. Karena Jeki takut terlambat masuk sekolah. Sudah hampir sepuluh menit Jeki belum juga mendapatkan kendaraan umum untuk menuju ke sekolah. Akhirnya setelah jam menunjukan pukul 07.05 Jeki baru berangkat sekolah dengan kendaraan umum yang sudah lama ia nantikan.
Setelah sampai disekolahan, ternyata Jeki sudah terlambat. Jekipun harus meminta izin kepada BP agar dapat mengikuti pelajaran. Sebelum diberikan izin oleh guru BP Jeki harus memberikan penjelasan tentang mengapa dia terlambat berangkat sekolah. Jekipun berkata jujur apa adanya. Sedangkan guru BP yang sering dipanggil dengan bapak Hardi itu, akhirnya memberikan izin kepada Jeki agar segera dapat mengikuti pelajaran jam pertama.
Dengan hati yang sangat senang akupun menuju ruang kelasku, tepatnya ruang XII IA 1.
            “ Thok…thok…thok…, assalamu’alaikum…,” kata salamku mulai memecahkan keheningan suasana dikelasku.
            Wa’alaikumsalam,” jawab teman-teman dengan serentak.
            Akupun langsung meminta izin kepada pak Mochtar sambil memberikan surat izin dari BP.
            Why do you late,” tiba-tiba pak Mochtar melontarkan kata-kata itu dari mulutnya. Akupun tahu kalau pak Mochtar adalah guru bahasa inggris yang handal. Dan akupun hanya bisa termenung dan terdiam sambil mencari apa arti dari perkataan pak Mochtar itu. Dalam hati aku hanya berpikir bahwa hari ini adalah hari yang paling jelek dalam hidupku.
“ Sudah jamnya rusak, motornya mogok, nggak da angkot, telat masuk sekolah, e…terakhir masih ja dikasih pertanyaan bahasa inggris yang nggak aku ngertin artinya,” bisik Jeki dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pak Mochtar yang membuyarkan pikiranku. Tanpa aku sadari akupun langsung melontarkan kata “ yes..yes.. sir,” jawabku dengan nada gugup tapi lantang.
Semua teman-teman sekelaspun akhirnya tertawa karena mendengar jawabanku yang tidak nyambung dengan pertanyaan pak Mochtar. Sedangkan pak Mochtar langsung menyuruh aku untuk segera duduk dan mengikuti pelajarandengan baik.
             




Nama               : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA1
No. Absen       : 17
 
 














C E R P E N

JAM PEMBAWA SIALKU





KARYA :
Nama              : Joko Pratikto
Kelas               : XII IA 1
No absent                : 17




SMA NEGERI 1 TOROH
TAHUN AJARAN 2008 / 2009